Sunday, September 12, 2010

Leadership

Pernah nggak jadi seorang pemimpin?. Yah macam ketua kelas, ketua kelompok, ketua OSIS, ketua panitia, ketua angkatan, dan ketua-ketua lainnya. Atau kalau di bagian kantoran mungkin pemimpin itu ya setiap jabatan yang punya anak buah, macam supervisor, manager dan jabatan lain diatasnya, hingga presiden direktur.

Ngomong-ngomong soal pemimpin, saya ini paling takut ngambil jabatan ini. Entah kenapa padahal bapak saya itu mantan ketua RT tiga periode berturut-turut. Saking lamanya Bapak jadi ketua RT sewaktu Bapak sudah lengser pun panggilan saya masih si "anak pak RT". Terus Bapak juga sekarang masih jadi ketua perkumpulan keluarga besar buyut (itu loh, yang suka ngurus-ngurusin silaturahmi keluarga besar), demen banget jadi imam di masjid sewaktu masih domisili di Jakarta, sempet jadi direktur perusahaan ciptaannya sendiri juga, sayang nggak bertahan lama. Oiya Bapak juga pernah jadi ketua KPPS waktu pemilu 2004. Wah banyak deh pokoknya. Intinya sih bapak saya itu tipikal leader sekali, suka banget jadi pemimpin, kalo kata mama sih banci tampil hehe, ah tapi nggak juga, Bapak emang suka banget ngatur orang. Kayaknya tangannya bakal gatel-gatel deh kalau berdiam diri tidak mengatur sana sini. Polisi yang nilang dia aja malah balik diceramahin cara yang bener ngatur lalu-lintas, belum lagi petugas yang ngurusin pembuatan SIM juga dia ceramahin sampe keki akhirnya Bapak bisa dapet SIM nya ngga pake nyogok tapi prosesnya cepet, terus lagi sekarang Bapak juga jadi koordinator yang ngurusin penggantian tanah proyek Banjir Kanal Timur yang sampe sekarang nggak cair-cair karena lagi sengketa, padahal yah si Bapak kan sekarang domisili di Brebes kok yaaaa Dia yang ngurusin sih, kan yang masih di Jakarta banyak. Well, that is just Him. Always want to take responsibilities for whatever he think he could handle. Makanya saya juga nggak heran, walaupun Bapak itu anak terakhir dari 8 bersaudara, but he always be the one who be asked to make decision for the family. He always have a vision of something. He always know what is right or wrong. He always have so many suggestion and it is sooo easy for him to say "Okay i will handle this". Oooh I`m so proud of him.

Tapi yaa.. entah kenapa jiwa leadernya itu kok ya tidak menurun ke saya. Saya itu paling ogah deh disuruh jadi pempimpin. Awalnya saya sih dulu selalu jadi ketua kelas waktu SD. Hahaha.. gila kalo diinget-inget dulu saya gokil juga jadi anak kecil. Jadi waktu hari pertama masuk SD, kami disuruh baris mau masuk kelas, terus ibu guru menyapa anak murid untuk pertama kali, biasalah memperkenalkan diri. Terus ibu guru langsung bertanya "siapa yang mau jadi ketua kelas?". Nah saya ini sebagai lulusan terbaik TK saya waktu itu (aseli lho, saya dapet hadiah uang Rp. 50 ribu rupiah karena jadi lulusan terbaik kata mama dan ini patut dibanggakan hahaha) selalu diajarkan untuk berani nunjuk tangan, jadilah saya tunjuk tangan sejadi-jadinya tanpa takut, daaaan cuma saya aja dong yang nunjuk, hahaha. Pasti mama saya kalau lihat senyum-senyum bangga deh. hehehe.. Nah dari situlah awal karir perketua-an kelas saya dimulai. Sampai akhir kelas 6 SD kalau tidak salah saya selalu jadi ketua kelas. Selain karena udah dikenal guru (ketua kelas gitu loh, hehe) kenapa ibu guru selalu menunjuk saya jadi ketua kelas? Yup karena saya galak. hahaha.. Saya itu ngga takut marah-marahin orang yang males piket, laki-laki sekalipun. Laki-laki seumuran waktu masih SD kan badannya masih pada kecil-kecil ya, saya marahin pada takut deh hehehe..

Ok.. tapi sepertinya karir kepemimpinan saya itu mentok sampai lulus SD saja. SMP sampaaaaaai dengan saat ini saya merasa lemah dibidang ini. Jadi dalam sebuah tim kan manusia itu bisa dibagi menjadi tiga tipe, tipe leader, konseptor atau eksekutor. Leader ya sesuai namanya yang bertugas memimpin anggota yang lainnya, memberikan arahan, dan memberikan keputusan. Konseptor itu sesuai namanya pula adalah si pembikin konsep, pencetus ide, perunut langkah-langkah detail, pemikir lah, ibaratnya si arsitek dalam tim atau si penyusun strategi. Nah kalau eksekutor ya orang yang ahli melaksanakan apa-apa yang sudah dikonsepkan, eksekutor ini biasanya orang yang sangat kenal dengan lapangan, tau hal-hal yang praktis soal lapangan. Nah kalau saya sih merasa saya itu lebih cocok di konseptor. Tipikal orang Indonesia yang jago berkomentar, punya banyak ide solusi tapi nol besar dalam bertindak.. hehehe.. Daaan saya itu susaaaah sekali mengambil keputusan. Disinilah masalah utama saya soal hal pimpin-memimpin.

Well.. manusia diturunkan ke dunia untuk menjadi pemimpin di bumi ini, so we have to be a leader someday. Dan berhubung saya sedang meniti karir di dunia pekerjaan saya sedikit banyak mulai membutuhkan keterampilan ini. Keterampilan memimpin orang yang sebenernya sangat saya harapkan bersifat dominan di gen tubuh saya yang diturunkan Bapak. Tapi sayang sekali, saya ini kalau mau beli apa-apa aja harus ditemenin sama pacar atau sama siapa gitu buat nunjuk salah satu dari sekian banyak pilihan yang saya sudah sortir. Hasil tunjukan mereka lah yang saya beli. Saking ngga bisa ngasih keputusan. Saking takutnya ngambil resiko kalau barang yang saya pilih jelek. Hehe.. nah ini dia. Ini dia alasan terbesar saya mengapa saya sulit memutuskan. Saya itu terlalu takut menerima resiko. Saya paling nggak mau disalahin. Jadi paling ngga kalau barang yang saya sudah beli itu tidak memuaskan, saya bisa dalam hati menyalahkan si pacar atau teman yang sudah bantu saya memilihkan belanjaan saya itu. Hehehe.. yang penting di dalam pikiran saya sendiri, itu bukan salah saya. Jadi saya tidak bete-bete amat. Tabiat yang aneh. Iya, saya tahu.

Nah, penyakit tidak berani ambil keputusan ini yang jadi masalah saya. Kalau saya begini terus jenjang karir saya mana bisa naik. Gimana mau jadi manajer atau direktur perusahaan, atau bikin perusahaan sendiri kalau buat keputusan saja sulit. Ah saya tau, saya tidak berani ambil resiko lebih tepatnya. Saya kerap kalah sama rasa takut "gimana kalau keputusan saya salah", terus "yah gara-gara saya proyeknya jadi gagal deh" terus "perusahaan rugi deh" dan lalu kemudian cap gagal akan terus ada di jidat saya sampai seterusnya selamanya.. aaaaaah nggak mau aaaah takuuuuuut..!!.

Sepertinya saya harusnya ambil matakuliah risk management waktu kuliah dulu. Biar nggak gini-gini amat.

Sunday, June 20, 2010

Happy Pictures of Mine

I need to feel happy.. This loneliness is getting worse. And the rain on this weekend make it perfectly bad. So i open my photo collection.. look for a nice picture. I found a lot. Smiling friends, smiling mom, dad, little sis, and big bro, and my own smile when i was around them.

With my fam at Karimunjawa

One of joy full week end in Jakarta

Wedding means happy to see one of friend`s big happiest day, reunion and big big smile.
and i`ve missed lot of those moments

With Kico-Moli-Vidi. Pretend to be Saman-ers. Haha..
Quality time with friends. Heart warming.

That makes me smile a little, i feel warm and that`s good, but then the willingness to be home is getting bigger. And that`s not good. Desperately i put `Menanti Akhir Maret 2012` on my YM status. The time i could being around them easily again. Then suddenly i realize that i still have about 2 years to wait, No...i don`t wanna wait. I could not help myself but crying. And that`s really not good.

I have to find another picture. I have to remember the happy part of being here.

I found some, those when i had fun with Batari and Ubi on the Winter Holiday last year.

Counting down moment at Odaiba


Disneysea

That makes me feel a little better, then say `Oh i exactly have a life here` to my stupid head, smiling, and I stop crying. And that`s good. But then it makes me want to go to Tokyo again. And the next holiday is on August, still so long.. The worse part is, before summer holiday comes, i still have that big project that always makes my head kind of overheat. Then loneliness come again, and also the fear.. and that`s not good again.

I have to find another picture. Not only the happy part of being here, but the lucky part of being here.

I found the perfect one. That`s when i spent all of my spring week ends going around Osaka, Kyoto, and Himeji just to find the perfect place to see this Beauty Sakura. I enjoyed them so much. I feel like in heaven every time i sit under those trees. The perfect part is i could enjoy that moment alone. And i did not feel lonely at all. Oh Sakura.. i love you..

Look at them closer

Enjoy the heavenly shape, start dreaming,

and feel happy

I start dreaming. Remembering the moment i sat under them. You know what, i always want to take them home and put them to cover my bed, then sleep on them, but that mission is very difficult. No one allowed to pick them. And the most difficult mission is i always want that my wedding party could be held under a lot of full bloom sakura trees. Hahaha.. wait.. i laughed!

Oh i really feel better now. Thanks Sakura. You are my loneliness healer.

Then.. I click the slide show button on my Sakura album, play the music, and go to sleep, continue dreaming..

Friday, June 18, 2010

Bukan Cinta Biasa

Jatuh Cinta.. Kasmaran..
Rasanya berdebar-debar.
Kupu-kupu hinggap lagi di dada.
Senyum-senyum sendiri.
Bahagia.

Saya tidak sedang jatuh cinta beneran. Maksudnya, sepertinya perasaan saya itu sudah mati rasa buat jadi kasmaran kayak jaman PDKT yang deg deg serr itu.

Tapi lagu romantis ini dengan ajaibnya bikin saya deg deg serr. Mata ini otomatis merem sambil ngebayangin ada yang nyanyiin lagu ini buat saya. Oh.. Tersipu-sipu.. hihihi..




NB : Saya ngga sama sekali ngebayangin Pacar, atau pria manapun loh, bahkan si Afgan sekalipun. Cuma suaranya Doi emang deh, merdu jantanisme yang dahsyat dilengkapi dengan syair dan melodi yang romantis gilak. Perpaduan sempurna yang membuat saya klepek-klepek.

Mmmhh.. dengerin lagi ah.. ^^

Monday, June 14, 2010

Lebih Beruntung dari Pemulung

Di tengah-tengah keluhan ingin berhenti bekerja.. Ingin menikah saja lalu jadi ibu rumah tangga biar tinggal menadah uang ke suami dan dandan ke salon lalu jemput anak ke sekolah lalu belanja-belanja ke supermarket menghabiskan gaji suami (hee..he). Tiba-tiba saya lihat video, video tentang Ibu dari teman SMA saya yang mendirikan sebuah sekolah buat anak-anak para pemulung sampah.

Di video itu Bapak dari salah satu siswa berbicara `Saya ya maunya sih dia maju, jangan kayak saya lah, Saya cuma bisa mungut, ngga bisa apa-apa. Maunya sih jualan tapi nggak punya modal saya. Jangankan duit gede, duit cepek aja ngga punya saya`.

Dess..

Saya membayangkan kalau saya yang jadi si Bapak. Harus berjuang mencari nafkah, tanpa punya pilihan lain selain harus menyusuri jalan panas-panas, mengorek sampah yang bau hanya demi perut. Pikir..pikir..pikir.. Rasanya omelan senior yang jadi sumber derita saya di kantor itu jauuuuuh lebih ringan dari derita si Bapak. Ah... manja sekali saya begitu saja sudah berkeluh kesah setiap saat.

Iseng saya klik google lalu search `pemulung` di bagian foto. Dan saya menemukan ini :

Sumber : http://dhannyandayuniarr.wordpress.com/2009/01/18/pemulung-dilarang-masuk-komplek/pemulung-cilik3/

Kembali dessssss...
Belakangan saya memang hampir setiap hari dimarahi, dan saya rasa kata-katanya cukup menyakitkan. Tapi setidaknya saya tidak pernah diancam sampai mau di mutilasi segala. Hiiii... Naudzubillah..

Yah.. Video ibu teman SMA saya ini nampaknya teguran dari Allah buat saya. Bahwa saya itu jauh lebih beruntung, paling tidak jika dibandingkan dengan nasib pemulung. Paling tidak saya itu tidak harus jalan kaki panas-panas cari tempat sampah untuk dikorek-korek seperti ini:

http://www.chip.co.id/gallery/showphoto.php/photo/2179

Paling banter saya cuma harus keliling pabrik, panas memang, tapi saya bisa sesuka hati melarikan diri ke tempat ber-AC. Oh.. bahkan saya lebih beruntung dari operator mesin yang harus berdiri di depan mesin terus-menerus.

Tidak-tidak.. beban saya masih terlalu ringan dibandingkan si Bapak pemulung. Saya pikir-pikir lagi kondisi saya. Rumitnya proyek, panasnya pabrik, sulitnya orang pabrik, sulitnya bahasa Jepang, dan deretan omelan senior yang kerap bikin saya sakit hati. Halaah.. bukankan itu biasa saja..

Ah.. manja sekali saya ini..

Sunday, June 6, 2010

Make A Wish

Yang Maha Kuasa,

Terimakasih atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku,
Nikmat hidup hingga kini
Nikmat Islam
Kesehatan
Kasih sayang orang tua
Kasih sayang keluarga
Teman-teman setia
Kemudahan studi
Bahkan kemudahan mendapatkan rizkiMu..

Maafkanlah aku yang sering lupa..
Lupa bersyukur
Lupa menyembahmu
Menyalahgunakan kemudahan beribadah dariMu

Tuhanku..

Diumurku yang kembali bertambah ini
Izinkanlah aku tetap memohon kasih sayangMu
Izinkanlah aku tetap memohon belas kasihMu

Tak ada yang bisa menolongku selain Engkau

Ya Rahman Ya Rahiiim..

Berkahilah sisa umurku..
Bahagiakanlah aku di Dunia dan Akhiratmu..

Saturday, February 27, 2010

The meaning of Smileys..

I love smile and smiling..
Smiling make me look cute (huahaha).
See a smile make me feel better.
I love to see My mom and Dad smile and laughing.
I feel happy when i see my friends smiling and laugh.
It really makes me feel happy.

Through this weakness ill be strong with their smile.
I always bring a camera to take their perfect smile.
And i use their smile to encourage me.
Just by seeing those photograph.
Oh smile.. You are my drugs.. You heal my pain..
Thanks God to create the thing smile.

and everyone.. lets say cheese! give me your perfect smile!
Arigatou..!

Accidentally in...

Untuk kesekian kalinya saya berada di Bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan pukul 20.15 dengan maskapai Singapore Airlines. Indonesia minggu itu sedang long weekend, jadi kamis itu bandara penuh dengan orang-orang yang mau liburan mungkin. Dan bodohnya saya tidak peduli, saya tidak mengantisipasi untuk ber-good bye-ria dengan Kico dan menuju tempat cap-cap-an imigrasi lebih cepat. Pasalnya saya sedang benar-benar mellow, tidak mau pergi, berat sekali meninggalkan Indonesia dan bersama sipit-sipit itu lagi. Baru kali itu saya menangis karena mau pergi (atau kembali) dari Indonesia. Biasanya saya selalu gembira atau biasa-biasa saja. Well sebenarnya saya tidak mau curhat tentang ini, intinya saya cuma mau bilang kalo saya tidak peduli bandara penuh dan santai-santai menuju imigrasi karena saya masih mau berlama-lama berkeluh kesah dengan Kico di kedai Burger (entah apa namanya ) yang mahal dan rasanya masih enakan McD.

Setelah akhirnya tiba-tiba perasaan deg-degan datang seolah memberi tanda `ini kalo ga cepat pergi bakal ketinggalan pesawat dan nanti dimarahi lagi` saya sudahi saja sesi menangis dan pergi menuju cap-cap-an imigrasi. Buseeeeet antriannya panjang banget!. Deg-deg an makin kencang. Yah mau gimana lagi, mau nyerobot tapi nanti diamuk masa, argh! tiada pilihan selain mengutuki diri sendiri dan orang-orang yang pada mau liburan.

Setelah beberapa lama mengantri dengan gelisah, saya lirik jam tangan, pukul 20.00, OMG biasanya lewatin cap-cap-an imigrasi ini ga lebih dari 5 menit ini udah 15 menit ko masih ada 5 orang lagi di depan, aduuuh 5 menit lagi gate ditutup niii (menurut aturan `boarding gate close 10 minutes before departure time` tapi berdasarkan pengalaman saya itu cuma berlaku di bandara Singapore dan Jepang si, biasanya di Indo ngaret, cuma siapa tahu lagi tepat waktu, jadi tetep deg-deg-an hehe). Okay, berarti siap-siapin kaki untuk berlari kencang menuju gate D1.

`Tik-tok-tik-tok... Yes! giliran saya!`, Akhirnyaaaaaa.
`Mbak, penuh banget ya Bandara`, mencoba curhat.
Mbak-mbak cap-cap-an imigrasi, `siiiiiiing......`, no respon.
Mungkin dalam hati dia bilang, `curhat aja lo mbak`.

Sial.. hahahaha.. Setelah si mbak cap-cap-an imigrasi no respon mengecap semua dokumen, saya lariiiiiii sekuaaaat tenagaaaaaaa.. hyaaaaaaaaat!!!! sambil liat papan mencari-cari gate D1. Kaki udah lemes sekali, kepala sudah pusing, jangan pingsan..jangan pingsan.. tetap berlariiiiii ayo Uqiiiiii... Dan tiba-tiba (sebenarnya ini intinya yang pengen diceritain dari tadi.. hihihi) hop..hop..hop ada pria tinggi beralis tebal, bukan orang Indonesia mungkin bule Amerika juga berlari mendahului saya. Kakinya panjang, jadi larinya cepat, dan dia menggunakan jas, rambutnya tidak cepak dan belah pinggir dan Dia ganteng!. Melihat itu bule lari-lari jadi terhibur. Pertama : karena dia Ganteng, Kedua : Jika dia satu penerbangan sama saya maka bukan cuma saya yang telat (entah kenapa saya selalu merasa lebih tenag jika yang berada dalam kesusahan bukan saya sendiri tapi ada temennya yang sama-sama susah juga, hehe). Eh tapi..eh tapi.. yang kedua kan belum tentu. Siapa tahu beda penerbangan, yaaaah.. Mari kita tanyakan saja!.

Masih sambil berlari-lari saya mencoba mengejar si bule, dan setelah hampir sejajar saya beranikan tanya. Dan beginilah percapakannya:
saya : `Singapore Airlines Sir?`.
Bule : `Yes, SQ`.
saya : `Mee too`. Tiba-tiba berfikir SKSD banget gw. Terus masih PD nanya lagi.
saya : `for 20.15 Sir?. Ini pertanyaan untuk menegaskan bahwa saya mencari teman dalam kondisi yang sama. Lalu si Bule tersenyum dan melihat Boarding Pass nya.
Bule : `em.. Yeah! 20.15. Gate D1!`.
Yes.. saya ada temennyaaaa!! Bule Ganteng! huahahaha.. Tiba-tiba kaki ini jadi kuat, tidak lemas lagi demi menyamai kecepatan lari si Bule. Dan tiba-tiba si kaki jadi tambah kuat lagi karena si Bule berkata sambil tersenyum : ` Dont worry.. We`ll make it..` Oh Bule, u use the word `we`. Itu benar-benar mengartikan kalau saya tidak sendiri (kalo yang ini ada nuansa romantisnya huahahaha). Dan tiba-tiba si jantung yang tadinya deg-degan jadi tersipu-sipu.. huahahahaha.. Accidentally in.. (apa yaaaa....)

Dan si Bule benar. Gatenya masih dibuka, dan ternyata masih banyak penumpang yang mengantri di belakang saya dan si Bule. Kali ini saya selamat. Horeee... Thanks God.. Alhamdulillah..