Sunday, June 26, 2011

Diet Mission

Saya itu dulu tipe yang makan banyak tapi badan tetep kurus. ITU DULU.
Tapi sekarang, makan sih tetep banyak, cuma berat badan naik terus.
DULU, berat badan saya ajeg di kisaran kurus, lalu ajeg lagi di kisaran ideal. Setelah 1 tahun di Jepang mulai ajeg di kisaran gemuk dan dengan pola hidup saya yang kurang olah raga ini badan ini langsung melonjak ke kisaran gemuk amat. Setelah dibilang gemuk beeeeeerkali-kali saya langsung atur pola makan dan berhasil turun ke kisaran gemuk lagi. Itu setahun yang lalu. SEKARANG, saya sudah naik 5 kilogram lagi dari kisaran gemuk. Saya sudah kehabisan kata-kata buat menamai level kegemukan saya ini. Gemuk amat sangat?. Well saya sudah seperti ibu-ibu Indonesia yang beranak dua. Kenapa saya bilang ibu-ibu Indonesia? karena ibu-ibu Jepang, walaupun sudah beranak dua, tetap saja singset. OMG. Ini tidak bisa dibiarkan. Saya harus kembali ke posisi Ideal. Itu berarti, saya harus menurunkan berat badan sekitar 8 kilogram.

Oke, mumpung summer. Mumpung matahari panjang. Dan mumpung bulan Ramadhan juga sebentar lagi tiba, saya programkan penurunan berat badan mulai hari ini, beneran. Saya ngga bisa kurangi makan. Itu sama saja menurunkan berat badan sembari menurunkan prestasi kerja. Tidak bisa. Saya harus tetap bugar dan memutar otak dengan sangar. Oke. Saya ikuti program susu anti osteoporosis saja untuk jalan sepuluh ribu langkah sehari. Dari banyak searching-searching dan pengalaman nyata dari orang-orang, berjalan itu adalah metode ampuh untuk menurunkan berat badan, asal dilakukan secara rutin. Okeeee Siaaaap!! Sekalian nguatin tulang juga kan.

Tadi saya sudah mencoba berjalan kaki, keliling-keliling Iwata, kota kecil saya. Ternyata Iwata indah juga. Hamparan sawah padi, dan teh hijau, sungai. Ah! saya berada di kota yang tepat untuk program jalan kaki ini. Oke, dengan berbekal ipod dari pacar dan kota Iwata tercinta. Program jalan kaki sepuluh ribu langkah sehari dimulai! Tadi saya sudah berjalan tujuh ribu tujuh ratus langkah, butuh waktu dua jam. Termasuk mampir ke uniqlo dan beli apel di food market. Segitu dulu untuk permulaan. Besok, HARUS sepuluh ribu langkah. HARUS!! FaiiiiiiiToooooo!

Wedding Day

Dari balik cermin meja rias, saya lirik jam dinding, sudah jam 8. Saya sendiri sudah memakai gaun putih berenda saya, sudah ber make-up, dan bersanggul, tinggal pasang jilbab saja. Saya dengar sayup-sayup suara orang banyaaak sekali. Rupanya tamu-tamu undangan sudah datang. Ibu pun sudah sibuk membagi-bagikan kue dan juga wedang teh untuk para tamu.

Saya lihat diri saya sendiri di depan cermin, sudah cantik. Baju saya cantik. Entah kenapa yang saya pakai bukan kebaya dan kain jarik, tetapi gaun bergaya Eropa. Sanggul saya pun terlilit rapih, diselipi bunga-bunga melati yang membuat saya sayang untuk menutupinya dengan Jilbab. Kepala ini mulai dipenuhi dengan berbagai macam komplain. "Mau saya apakan kepala saya ini selanjutnya?". "Jilbab model apa?". "Kok ngga ada ibu-ibu penata riasnya sih?".

Saya ambil ciput jilbab saya, dan mulai memasang jilbab berbekal feeling saja. Kain pertama, model biasa sebagai basicnya. Lalu saya ambil kain kedua, mulai meniru model-model jilbab yang dibunga-bunga lucu-lucu itu. Setelah beberapa menit putar kesana, miring sini, semat jarum pentul disini dan disitu. Daaan.. Gagal!. Tarik napas, buang napas. Oh ini kan hari pernikahan saya, saya harus sempurna!. Saya coba lagi. Semakin saya utak-utik, kainnya makin kusut, dan makin tidak bagus. Saya semakin mengutuki diri, kok bisa sih saya ngga punya penata rias? kok sendirian begini?. Mulai panik dan emosi. Lirik jam dinding lagi. Sudah jam 8:30. Itu artinya 30 menit lagi akad dimulai. Iya hari ini hari pernikahan saya. Saya mulai gelisah, saya belum siap. Gimana dong iniiii.. Lalu saya diberi tahu kalau rombongan keluarga calon suami saya sudah datang. Panik, jantung berdebar kencang, saya mulai marah-marah ke Ibu saya. "Mama bantuin pasang jilbabnya dong.. Kok ngga ada periasnya sih?!". Panik..panik..panik.. Dan saya terbangun!.

Fiuuh.. mimpi.

Lesson learned. Nanti, pas mau nikah, yang pertama dipastikan sudah dipesan adalah penata rias pengantin. Dan sudah dipikirin jauh-jauh hari model jilbab yang matching. Terus pake kebaya, bukan pake gaun Eropa. Emangnya mau nikah sama Pangeran Wiliam.