Saturday, September 19, 2009
Di keheningan takbir...
Tidak ada gemuruh beduk dan suara takbir, hanya suara jangkrik krik..krik..krik.. Di keheningan ini saya berfikir, akankah aku kembali suci esok hari? dengan semua dosa yang kuperbuat selama ini..??
mungkin Allah yang pemaaf dengan mudah bisa memaafkanku.. Begitupulakah dengan kalian?? Walau tak bisa bertatap muka dan berjabat tangan, saya memohon Minal Aidin Wal Faizin.. Hanya atas maaf kalianlah aku bisa kembali suci seperti bayi..
Semoga bisa bertemu ramadhan lagi..
Friday, September 18, 2009
In Japan.. Resume..
halo semua yang masih mau mampir hahaha...
this is the first thing i wrote this blog from the place i had to live in 3 years from last January..
JAPAN..
Yap! saya sudah 9 bulan menjadi ekspaktriat bahasa kerennya atau alien di negeri sakura ini. Iya..!! Alien!! itu memang istilah yang biasa digunakan oleh orang Jepang untuk menyebut orang asing. Kartu penduduk asing pun di beri nama `certificate of alien regristration`.
Ngapain saya disini?
Saya bekerja. alhamdulillah saya adalah salah satu dari angkatan pertama program Engineering Development Program for Indonesia yang diusung Perusahaan yang menggaji saya. Program ini mengharuskan saya dan 10 teman saya yang lain untuk menimba ilmu di negeri Sumo ini selama 3 tahun. Menimba pengalaman kerja bersama-sama orang-orang Jepang disini, belajar cara kerja mereka, etos kerja, cara bekerja sama, pola pikir dan tentu saja bahasa. Lalu setelah 3 tahun kami harus mengabdi di Indonesia selama 5 tahun, tentu saja bukan semata-mata buat Indonesia, di Indonesia memang, tapi tentu saja itu demi perusahaan saya juga, karena pangsa pasar terbesar dan tentunya keuntungan terbesar mereka dapatkan dari Indonesia. Jadi program ini tampaknya adalah investasi mereka untuk meraih keuntungan lebih banyak lagi dari ladang keuntungan utama mereka yaitu Indonesia. Begitu rencananya...
Sudah ngapain saja saya??
Terhitung sudah 3 musim saya rasakan. Duinginnya musim dingin atau Fuyu, indahnya sakura di musim semi atau haru, dan gerahnya musim panas atau natsu. Tinggal warna-warni daun musim gugur atau biasa disebut aki nih yang belum dialamin. sebentar lagi.. sebentar lagi.. atau 3 bulan lagi saya genap 1 tahun berada di sini.
Selain training, belajar dan belajar tentunya juga ada jalan-jalan doong..
Dalam setahun ada 3 kali libur panjang yaitu libur golden week saat musim semi, diisi dengan barbeque, mancing, ikut perayaan atau matsuri, dan melihat gunung fuji. Semuanya berkat ajakan para pengasuh program kami.
Selanjutnya ada libur musim panas, yang ini tepat segera saya pulang berdinas ke Indonesia. Yap. Alhamdulillah. Saya memang beruntung. Tidak seperti teman-teman yang lain, sampai saat ini sudah tiga kali saya mengunjungi Indonesia. Untuk bekerja tentunya, bahasa kerennya business trip lah.. hihi.. meskipun harus berjuang melawan jetlag saat kerja karena pengaturan jadwal yang padat, saya sangat senang sekali karena saya bisa melihat ibu, ayah, dan adik saya, dan tentunya pacar saya.. hihi.. hanya tinggal kakak saya saja yang belum sempat saya lihat. Masih sibuk di Bandung.
Berkaitan dengan bussiness trip ini, pacar saya memberitahu bahwa orang-orang yang mendengar cara bekerja saya ini menjadi terkagum-kagum. Tidak heran si, karena sepintas memang kedengarannya demikian. Setengah bulan bekerja di Jepang dan setengah bulannya lagi bekerja di Indonesia.. what a life?? seems like I am an important person right?? hehehe..
Jujur saya pun merasa demikian, betapa beruntungnya saya. Selain bisa mengunjungi Indonesia secara gratis tiap bulan, saya juga merasa beruntung karena dipercaya untuk mengambil bagian penting dari proyek besar ini. Hey, saya ini belum punya pengalaman loh?? tidak takut gagal apa mempercayai saya?. Dan mereka selalu memuji saya, walaupun menurut saya pekerjaan saya tidak membuahkan hasil, mereka tetap memberikan support. Baiknya supervisor dan senpai saya. Mereka ganteng-ganteng loh, dan baik hati. Si Leader sangat ganteng dan pintar, sayang sudah punya dua anak. Nah si Senpai lumayan ganteng, dan masih single serta baru putus dari pacarnya yang di Italy, sangat amat lucu, menyenagkan, perhatian, dan baik hati, sayang rada sinting. Mereka berdua menjadi pelengkap kebahagiaan saya. Selain karena sering ditraktir makan malam, mereka juga selalu memberi support yang buanyaaaaak sekali terutama soal membawakan barang-barang saya yang buanyak kalo habis dari Indonesia.. hehehehe.. Tidak-tidak, bercanda-bercanda.. support kerjaan tiada tara sungguh yang luar biasa.
Balik lagi ke soal jalan-jalan saat libur, saat libur musim panas ada dua rencana dahsyat yang sudah di canangkan jauh-jauh hari. yaitu mendaki gunung fuji dan pergi ke Tokyo untuk melihat Tokyo Tower dan tentu saja Disneyland!! rasanya tidak afdol ya kalo ke Jepang tidak ke Tokyo dan ke Gunung fuji.. ya gak sii?? lumayan sukses jalan-jalannya, kecuali yang mendaki gunung fuji, selain karena bendera merah putih yang dibawa jauh-jauh dari Indonesia itu tertinggal di apartement, cuaca yang buruk membuat kami hanya bisa melihat kabut. Alhasil pendakian dibatalkan.
Tinggal satu libur panjang lagi yang belum dirasakan.. Libur akhir tahun.. teman-teman sebagian besar berencana pulang ke Indonesia, sudah pada beli tiket, tiketnya sudah di tangan pula katanya. Tetapi saya tidak pulang, karena sudah sering bolak-balik kan, tapi sebenernya sih emang pingin ngerasain hiruk pikuk tahun baru di luar negeri, hehe kedengarannya norak ya??
Tetapi memang itu alasannya,, Sebentar lagi Batari dan Ubi juga akan datang kesini, saya akan mencanangkan untuk merasakan malam pergantian tahun bersama mereka. Harusnya si sang pacar ikutan juga, tetapi pacar lebih memilih mengunjungi saya tahun depan saja saat musim semi. Semoga jadi saja semuanya... amiiin..
After all.. saya mengucap syukur tak terhingga atas rahmat Tuhan yang luar biasa menimpa saya saat ini. Sungguh saya amat merasa sangat beruntung.
Tinggal di luar negeri tidak pernah menjadi impian saya. Apalagi dapat gaji bukan rupiah.. jauh diluar dugaan saya.
Meski banyak pula kesedihan melanda, berantem besar misalnya hingga tidak sapaan sampai saat ini (ya..ya.. aku tahu ini aib tapi ini adalah masalah terbesar saya sampai saat ini dan belum juga ada cahaya terang yang menunjukan ini akan berakhir), atau seperti saat ini menyendiri saat malam-malam mendekati lebaran saat yang lain sedang bercengkerama dengan keluarga tercinta setelah berjam-jam mengikuti hiruk pikuk mudik. Jujur saya saat ini sedang bersedih karena tidak bisa membantu mama menjaga toko yang sedang ramai pengunjung. Bersedih karena membayangkan tidak bisa mencium tangan dan pipi mama papa sesudah solat ied untuk sungkem. Bersedih.. homesick.. sungguh sedih..
Tapi.. Karena itulah saya menulis ini.. Mengurutkan semua keberuntungan yang Allah berikan untuk saya selama ini.. Agar saya mengingat kembali bahwa tak sepatutnya saya sering bersedih.. Karena saya beruntung..
Ya.. saya beruntung.. jadi nikmatilah hidupmu Uqi..
dan Nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang engkau dustakan??
Lets say.. Alhamdulillah..
Tuesday, November 25, 2008
I'm Still Alive..!!
Kemana saya selama ini??
Yup. TUGAS AKHIR setebal 128 halaman yang harus saya selesaikan demi lulus oktober yang harus saya kejar selain demi orang tuaku tercinta juga harus benar-benar saya uber agar tidak dipecat, membuat saya harus semedi di dalam kamar kosan setelah seharian 4.5 jam penuh belajar bahasa Jepang yang lagi-lagi harus saya lakukan sungguh-sungguh demi tidak dipecat. Full dari Senin sampai Sabtu melakukan rutinitas -bangun pagi, kalo sempat mandi, berangkat les jam 8 pagi sampai jam 1, pulang, nyalain komputer, dan TUGAS AKHIR sampai badan ga kuat, lalu tidur- selama 3 bulan, akhirnya lulus juga saya dari ITB. Alhamdulillah....
Dan sekarang.. mumpung lagi kosong.. sembari menunggu saat-saat kerja rodi lagi di seberang sana yang Alhamdulillah diundur menjadi tanggal 7 Januari.. mumpung masih bisa pakai internet gratisan komputer LSIK, mumpung masih di Bandung, mumpung masih di Indonesia, dan mumpung sang pacar lagi latihan militer dan gak pulang ke bandung Minggu ini.. Saya pingin cerita, pamer, curhat, semuanya!! lagi..
Tuesday, April 22, 2008
Promise Myself
"I promise my self not to talk about my friend's bad behind them again and again"
Sudah beberapa minggu ini saya ingin mengungkapkannya di blog ini, tapi entah pikirian saya aga tersumbat sehingga tidak tau bagaimana kalimat yang tepat. Ternyata postingan seorang teman ini yang membantu saya mengungkapkanya.
She said :
"As a child, friendship for me was very sincere.
We had less friendship-related-issue intrigues.
We made friends with anyone we liked.
*And probably also discouraged to made friends with anyone we disliked.*
When I was a child, I was taught not to talk about someone behind his/her back.
Hence, I used to warn them whenever they did mistakes,,
instead of making few false rumors.
Appreciating friends was also a huge issue.
Never ever treat them unfairly.
Well, growing old doesn’t always makes us a better person.
Lately, just these few days, I noticed some unacceptable friendship-related-issue intrigues.
Where simple problems were made more complicated.
Where sincere friendships less exist, fake one sometimes does.
Where professional issues then become personal issues,,
and personal issues destruct professional issues.
Where friends stab other friends.
Less appreciation is then become a huge issue.
In the end, it affects the community, badly.
Well, cruelly, I might be one of them.
Well the perfect explanation for what i've been feeling since several weeks ago. When i felt that i've been stabbed by my closest friend who is the one that i trust so much for everything. In each tears that coming up after that, i ask my self again and again :
"Did I deserve to get that stab thing?"
Not to fair for the other side, i realize. But i think the wise answer is those writing above. And deeply, I agree with that. Maybe i did that stab thing too.
Pendek kata, saya selalu berfikir kalau saya tidak bisa hidup tanpa teman-teman. Tapi tanpa menyadari bahwa memikirkan bagaimana menjadi teman yang baik adalah yang terpenting. Kesedihan menghinggapi lagi benak saya sekarang. Mengingat sekarang sudah pertengahan April. Hanya punya waktu 2 bulan lagi untuk menyatakan bahwa saya sayang teman-teman saya. Rasanya saya ingin kembali ke masa TPB dulu, merasakan lagi kebersamaan suka dan duka, merasakan kemabali bahwa saya punya benyak teman setia, yang bahkan rela memberikan kasurnya untuk saya basahi dengan air mata saya waktu saya sedang patah hati.
Saya kehilangan. Kehilangan sapaan "Uqi lagi ngapain" di sela-sela liburan. Kehilangan ajakan main ke basecamp di Kanayakan. Kehilangan "buka bersama" di buka puasa. Kehilangan serunya mempersiapkan surprise party dan pembelian kado. Kehilangan semuanya. Dan yang terpenting adalah saya kehilangan rasa "memiliki teman" itu sendiri dimana saya selalu merasa nyaman disekitar mereka.
Tapi.. perasaan nyaman dan percaya itu seakan hilang tertelan bumi sejak hari itu. Mungkin karena saya memang orang yang mudah tarumatis. Lagi-lagi pertanyaan itu melintas lagi sekarang. Ahh sudahlah, mungkin memang saya yang tidak baik menjadi teman selama ini, sehingga saya pun diperlakukan seperti itu. Saya hanya ingin menjadi teman yang baik. Atau setidaknya, mulai sekarang, orang-orang disekitar saya tahu, saya ingin menjadi teman yang baik.
Saya ingat sekali sebuah sms pernah hadir di hanphone saya :
"Uqi, walaupun ___ udah pergi, kita akan selalu ada buat Uqi "
How nice, isn't it?
Jika kesempatan saya masih ada, saya ingin sekali membalas sms diatas. Terlebih dengan niat yang lebih umum, ingin menjadi teman yang baik buat semua teman-teman saya. Dengan satu langkah janji kepada diri sendiri untuk tidak membicarakan teman dibelakangnya. Really.. I mean it friends...
Saturday, February 23, 2008
Bermain Egrang
Friday, February 22, 2008
Alone Week End
Belum pernah saya ditinggal, biasanya saya yang ninggalin. Jadi baru tau rasanya begini toh..
Hmmmh.. Selamat berlomba de.. gini-gini aku tetep ngedoain kamu ko supaya menang. Sukur-sukur bisa ke Prancis. Hiks.. ditinggal lagi de..
Ini yang biasanya menemani