Kemarin pulang sama partner kerja, 59 tahun, 7 bulan lagi pensiun, hanya lulusan SMA dan tidak pernah kuliah. Tapi Kakek ini kalau kerja terampil sekali, apapun bisa. Dari sekedar motong besi, ngelas, nge-drill, ngerakit stasiun kerja, ngerakit komponen mesin, bahkan sampai membuat sistem agar lampu bisa berkedip setiap mesin press berputar 10 kali. Luar biasa pikir saya. Dan lebih luar biasanya lagi, semua ide improvement bisa beliau realisasikan dengan hanya mengandalkan barang-barang yang biasanya ada di pabrik. Memang syarat improvement tim kami adalah melakukan penghematan dengan tanpa biaya. Yah.. kalau biayanya tak terbatas, apa juga bisa kan ya.. bukan penghematan dong namanya.
Balik kagi ke Kakek. Kakek ini meskipun paling tua, tapi ponselnya paling keren, smartphone Xperia. Satu-satunya orang yang punya smartphone di tim. Well, entah kenapa banyak yang bingung apa istimewanya smartphone di kantor saya. Mungkin karena mereka tidak punya facebook atau twitter pun tidak suka chatting lewat YM atau BBM kali ya.. hehe.
30 menit perjalanan pulang kantor di dalam mobil si Kakek membuat saya sedikit banyak tahu sebagian isi kepala si Kakek termasuk alasan beliau punya smartphone.
saya : "Kek, hp nya keren deh.."
kakek : "Iya, hebat emang ini hp.. bisa macem-macem.."
Obrolan dilanjutkan dengan obrolan jenis-jenis smartphone yang ada di dunia berikut provider yang mengakusisinya di Jepang. Lalu saya kemudian bertanya kenapa si Kakek beli itu benda canggih.
saya : "Kek, emang suka internetan ya di hp?"
kakek : "ngga, saya jarang pake buat internet.. emang agak sayang sih soalnya kan paket internetnya ngga boleh berhenti. Mahal ni rata-rata saya bayar 9000 yen setiap bulan. Kamu rata-rata abis berapa buat hp?"
saya : "uhm... berapa ya.. 2000 yen saja paling mahal."
kakek : "wah murah dong.."
saya : "lho.. terus kenapa pake smartphone kalo ngga buat internetan kek?"
#maaf ya, pikiran saya itu smartphone sebagian besar dipake buat bisa eksis di dunia maya secara lebih mudah lewat ponsel. Obrolan dilanjutkan.
kakek : "iya ya.. ngga butuh sebenernya. Tapi saya pake ini karena dia bisa diinstall aplikasi buat analisis gerakan kerja. Jadi lebih gampang kerjaan."
saya : "oiya ya, banyak aplikasinya, pacar saya juga suka Iphone karena banyak aplikasinya, game terutama. Tapi kek emang ada aplikasi macam itu?"
kakek :"ngga, saya buat sendiri programnya. Pake Java, tau kan?. Itu saya buat dulu di komputer terus tinggal diinstal di hp ini, jadi kalo mau analisis gerakan kerja di pabrik gampang."
saya : "wow Kakek hebat banget. Emang gampang Kek bikin programnya?. Saya juga dulu belajar dikit pemrograman lho waktu kuliah."
kakek :"ya rada susah si, makan waktu. Saya dulu tertarik, belajar sendiri. Lumayan buat ngebantu kerjaan."
ck..ck..ck.. Kakek ini kalau kata Anggun C. Sasmi "Tua-tua Keladi". Saya dulu sempat agak-agak berbangga diri karena diantara anggota tim kerja saya, hanya saya dan si project chief yang punya titel engineer. Lainnya hanya lulusan sma dan berkarier dari mulai level operator. Tapi, Kakek ini lebih "Engineer" dibanding saya. Beliau mampu menganalisis masalah, merancang ide solusi, dan yang lebih penting beliau mampu mengeksekusi ide tersebut menjadi barang yang nyata, real, tidak cuma gambar rancangan di kertas saja seperti tahap paling akhir yang bisa saya buat, hehe. That is the real engineer right?.
Setelah itu saya langsung diam. Meminta maaf sama Allah karena sudah pernah sombong.
Pelajaran berharga yang saya dapat dari si Kakek ini kawan :
1. Experience is the real teacher.
2. Your knowledge is nothing except it adds value in real life.
3. Kalau belom bisa ngelakuin yang no.2 jangan sombong cuma karena lebih lama duduk di bangku sekolah. hehe..
Obrolan dilanjutkan dengan membahas berita mancanegara. Si Kakek ini wawasannya luas sekali. Saya agak-agak kewalahan mengimbanginya. Sempet agak mau keselek malu waktu Kakek menanyakan soal hubungan sejaran Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Untung saja saya masih inget sedikit.
Anyway.. Nice chatt Kek.. :)
Friday, December 10, 2010
Monday, November 22, 2010
Best Friend Forever
I just watched serial How I Met Your Mother season 6 episodes 9. I don`t know the tittle but the hole story was talking about best friends.
The story starts from watching Robin`s television porn kid show. Robin was not alone on that show, she did it with her friend named Jessica who was her BFF (best friend forever) either on that show or in real life. But then Robin said that their no longer a BFF anymore. Then Lily argued that Best Friend Forever is have to be forever. Marshall argued Lily back that they did the BFF thing in high school and no one friends from high school will be forever. Ted replied that he still be friends with his friends from high school. No one believes him and he try hard to prove it.
After watching that show everyone asked Robin why she broke up with Jessica, but Robin did not want to talk about it. Then Ted, as usual use his detectives skill to tray answering that mystery. Ted found that Robin and Jessica broke up since Jessica have a baby. And Robin DO hate babies or kids. Or in easy way Robin dumped Jessica. Lily suddenly freaked out about that. She gonna have a baby and she was afraid that Robin will dump her just like Robin dumped Jessica.
The Lily-scared-to-be-dumped-by-Robin continue after Lily found that Robin said she is going to have their best-friend-thing cream massage alone. all the people thought that Robin was annoyed by Lily because she cannot stop talking about babies. Well after that Lily do the confrontation and they broke up emotionally.
Well in fast way to retell about all the drama, there are three best friend stories, Ted and his high school friend, Robin and Jessica, and Robin and Lily. And all end up with happy endings. Ted proves himself that he and his high school friend are still a best friend. His friend even invite Ted to be his best man on his wedding. Lily apologized to Robin about what she had said and so did Robin. Robin even said that she would hate almost babies in the world but not lily`s babies. She is gonna love them and she will pick up everything for them. And the perfect ending is Robin and Jessica get back together. The true story is Robin did not dumped Jessica. But Jessica did it. And the reason is just like Ted said, because Jessica has a baby. She said that she will not still doing best friend thing like what she used to do with Robin anymore. Well in the end she found that she is doing wrong. The old best friend get back together thing was perfected by this heart warming song :
You know what, i still can feel this hurt feelings. When i found out that i`m not invited. Maybe she has reason that she has limited budget that made her could not invite all people she wants. But i still can not believe that i`m out of the line. Even if she invited me, she knew that i wont be able to attend to her wedding (because i was in Japan and still i am now) so she did not have to make and extra budget for inviting me. All i believe is just now i am out of the line, i am out of the-people-who-worth-enough-to-be-invited-for- line. I still can not believe it. Once i asked her about me not being invited thing, and all that she said was "she had limited budget so she do not invite her junior high school friends".
I remember the last time we met. It was the day when i invited her to have lunch with my mother. I invited her in order to tell her one of my big news : "I am going to Japan for three years and i need your support". And then she told me about the guy. The guy who she thought that he is the one. The one who she will marry with. And there he is. She is marrying him.
I take that as our last best-friend-thing we did together dear friend. Our last "sharing ice cream cone". Since you wont share your big day with me. I am still keeping your wedding gift on my cupboard though. I meant to give it to you when i had chance to came back to Indonesia at one of my business trip. But unfortunately you was very busy preparing your big day. You know what on that day i was waiting for your invitation but hell yeah all i could do was taking my deep breath when i saw your wedding picture suddenly came up on facebook. Aaand I realize i was not invited.
I`m so sorry i could not help you anything. And now you already have a son. Congratulation! hope he will grow as an awesome child. I am happy for you.
The story starts from watching Robin`s television porn kid show. Robin was not alone on that show, she did it with her friend named Jessica who was her BFF (best friend forever) either on that show or in real life. But then Robin said that their no longer a BFF anymore. Then Lily argued that Best Friend Forever is have to be forever. Marshall argued Lily back that they did the BFF thing in high school and no one friends from high school will be forever. Ted replied that he still be friends with his friends from high school. No one believes him and he try hard to prove it.
After watching that show everyone asked Robin why she broke up with Jessica, but Robin did not want to talk about it. Then Ted, as usual use his detectives skill to tray answering that mystery. Ted found that Robin and Jessica broke up since Jessica have a baby. And Robin DO hate babies or kids. Or in easy way Robin dumped Jessica. Lily suddenly freaked out about that. She gonna have a baby and she was afraid that Robin will dump her just like Robin dumped Jessica.
The Lily-scared-to-be-dumped-by-Robin continue after Lily found that Robin said she is going to have their best-friend-thing cream massage alone. all the people thought that Robin was annoyed by Lily because she cannot stop talking about babies. Well after that Lily do the confrontation and they broke up emotionally.
Well in fast way to retell about all the drama, there are three best friend stories, Ted and his high school friend, Robin and Jessica, and Robin and Lily. And all end up with happy endings. Ted proves himself that he and his high school friend are still a best friend. His friend even invite Ted to be his best man on his wedding. Lily apologized to Robin about what she had said and so did Robin. Robin even said that she would hate almost babies in the world but not lily`s babies. She is gonna love them and she will pick up everything for them. And the perfect ending is Robin and Jessica get back together. The true story is Robin did not dumped Jessica. But Jessica did it. And the reason is just like Ted said, because Jessica has a baby. She said that she will not still doing best friend thing like what she used to do with Robin anymore. Well in the end she found that she is doing wrong. The old best friend get back together thing was perfected by this heart warming song :
hey beaver come on
when you feel alone
just pick up that phone
and i`ll be there to share my ice cream cone
two beavers are better than one
dadadadadadadadadadada..
two beavers are better than one
they´re twice the fun, ask anyone
a second beaver can be second to none
two beavers are better than one
oh you`re my favorite beaver...
This episode remind me with my own old best friend story. My old best friend from junior high school, hell yeah pretty old enough. But different with all the stories above, i can say that mine has a worse ending. If Ted was invited to be his best friend`s best man, i did not even invited to her wedding party. This is not because i have baby, even i`m not married yet now. Then why? i don`t even know. Maybe because of the distance, because we have different life, different surroundings. Well we went to same college but i can say that we are not doing some best friend thing like the old days anymore. Maybe she think that we are no longer best friend anymore or maybe we are not even friends. Actually i have same opinion with Lily that friends will gonna be last forever. Although we are no longer seeing each other or do everything together again, but i never dumped my friend and call them not my friend anymore. At least i will still invite them to my wedding.when you feel alone
just pick up that phone
and i`ll be there to share my ice cream cone
two beavers are better than one
dadadadadadadadadadada..
two beavers are better than one
they´re twice the fun, ask anyone
a second beaver can be second to none
two beavers are better than one
oh you`re my favorite beaver...
You know what, i still can feel this hurt feelings. When i found out that i`m not invited. Maybe she has reason that she has limited budget that made her could not invite all people she wants. But i still can not believe that i`m out of the line. Even if she invited me, she knew that i wont be able to attend to her wedding (because i was in Japan and still i am now) so she did not have to make and extra budget for inviting me. All i believe is just now i am out of the line, i am out of the-people-who-worth-enough-to-be-invited-for- line. I still can not believe it. Once i asked her about me not being invited thing, and all that she said was "she had limited budget so she do not invite her junior high school friends".
I remember the last time we met. It was the day when i invited her to have lunch with my mother. I invited her in order to tell her one of my big news : "I am going to Japan for three years and i need your support". And then she told me about the guy. The guy who she thought that he is the one. The one who she will marry with. And there he is. She is marrying him.
I take that as our last best-friend-thing we did together dear friend. Our last "sharing ice cream cone". Since you wont share your big day with me. I am still keeping your wedding gift on my cupboard though. I meant to give it to you when i had chance to came back to Indonesia at one of my business trip. But unfortunately you was very busy preparing your big day. You know what on that day i was waiting for your invitation but hell yeah all i could do was taking my deep breath when i saw your wedding picture suddenly came up on facebook. Aaand I realize i was not invited.
I`m so sorry i could not help you anything. And now you already have a son. Congratulation! hope he will grow as an awesome child. I am happy for you.
Oh.. two beavers are better than one ... dadadadadadadadadadada..
Well maybe i am to much for meaning all the "not be invited" like this. But i just want to tell you that it was hurt. And still it is..
Well maybe i am to much for meaning all the "not be invited" like this. But i just want to tell you that it was hurt. And still it is..
Sunday, September 12, 2010
Leadership
Pernah nggak jadi seorang pemimpin?. Yah macam ketua kelas, ketua kelompok, ketua OSIS, ketua panitia, ketua angkatan, dan ketua-ketua lainnya. Atau kalau di bagian kantoran mungkin pemimpin itu ya setiap jabatan yang punya anak buah, macam supervisor, manager dan jabatan lain diatasnya, hingga presiden direktur.
Ngomong-ngomong soal pemimpin, saya ini paling takut ngambil jabatan ini. Entah kenapa padahal bapak saya itu mantan ketua RT tiga periode berturut-turut. Saking lamanya Bapak jadi ketua RT sewaktu Bapak sudah lengser pun panggilan saya masih si "anak pak RT". Terus Bapak juga sekarang masih jadi ketua perkumpulan keluarga besar buyut (itu loh, yang suka ngurus-ngurusin silaturahmi keluarga besar), demen banget jadi imam di masjid sewaktu masih domisili di Jakarta, sempet jadi direktur perusahaan ciptaannya sendiri juga, sayang nggak bertahan lama. Oiya Bapak juga pernah jadi ketua KPPS waktu pemilu 2004. Wah banyak deh pokoknya. Intinya sih bapak saya itu tipikal leader sekali, suka banget jadi pemimpin, kalo kata mama sih banci tampil hehe, ah tapi nggak juga, Bapak emang suka banget ngatur orang. Kayaknya tangannya bakal gatel-gatel deh kalau berdiam diri tidak mengatur sana sini. Polisi yang nilang dia aja malah balik diceramahin cara yang bener ngatur lalu-lintas, belum lagi petugas yang ngurusin pembuatan SIM juga dia ceramahin sampe keki akhirnya Bapak bisa dapet SIM nya ngga pake nyogok tapi prosesnya cepet, terus lagi sekarang Bapak juga jadi koordinator yang ngurusin penggantian tanah proyek Banjir Kanal Timur yang sampe sekarang nggak cair-cair karena lagi sengketa, padahal yah si Bapak kan sekarang domisili di Brebes kok yaaaa Dia yang ngurusin sih, kan yang masih di Jakarta banyak. Well, that is just Him. Always want to take responsibilities for whatever he think he could handle. Makanya saya juga nggak heran, walaupun Bapak itu anak terakhir dari 8 bersaudara, but he always be the one who be asked to make decision for the family. He always have a vision of something. He always know what is right or wrong. He always have so many suggestion and it is sooo easy for him to say "Okay i will handle this". Oooh I`m so proud of him.
Tapi yaa.. entah kenapa jiwa leadernya itu kok ya tidak menurun ke saya. Saya itu paling ogah deh disuruh jadi pempimpin. Awalnya saya sih dulu selalu jadi ketua kelas waktu SD. Hahaha.. gila kalo diinget-inget dulu saya gokil juga jadi anak kecil. Jadi waktu hari pertama masuk SD, kami disuruh baris mau masuk kelas, terus ibu guru menyapa anak murid untuk pertama kali, biasalah memperkenalkan diri. Terus ibu guru langsung bertanya "siapa yang mau jadi ketua kelas?". Nah saya ini sebagai lulusan terbaik TK saya waktu itu (aseli lho, saya dapet hadiah uang Rp. 50 ribu rupiah karena jadi lulusan terbaik kata mama dan ini patut dibanggakan hahaha) selalu diajarkan untuk berani nunjuk tangan, jadilah saya tunjuk tangan sejadi-jadinya tanpa takut, daaaan cuma saya aja dong yang nunjuk, hahaha. Pasti mama saya kalau lihat senyum-senyum bangga deh. hehehe.. Nah dari situlah awal karir perketua-an kelas saya dimulai. Sampai akhir kelas 6 SD kalau tidak salah saya selalu jadi ketua kelas. Selain karena udah dikenal guru (ketua kelas gitu loh, hehe) kenapa ibu guru selalu menunjuk saya jadi ketua kelas? Yup karena saya galak. hahaha.. Saya itu ngga takut marah-marahin orang yang males piket, laki-laki sekalipun. Laki-laki seumuran waktu masih SD kan badannya masih pada kecil-kecil ya, saya marahin pada takut deh hehehe..
Ok.. tapi sepertinya karir kepemimpinan saya itu mentok sampai lulus SD saja. SMP sampaaaaaai dengan saat ini saya merasa lemah dibidang ini. Jadi dalam sebuah tim kan manusia itu bisa dibagi menjadi tiga tipe, tipe leader, konseptor atau eksekutor. Leader ya sesuai namanya yang bertugas memimpin anggota yang lainnya, memberikan arahan, dan memberikan keputusan. Konseptor itu sesuai namanya pula adalah si pembikin konsep, pencetus ide, perunut langkah-langkah detail, pemikir lah, ibaratnya si arsitek dalam tim atau si penyusun strategi. Nah kalau eksekutor ya orang yang ahli melaksanakan apa-apa yang sudah dikonsepkan, eksekutor ini biasanya orang yang sangat kenal dengan lapangan, tau hal-hal yang praktis soal lapangan. Nah kalau saya sih merasa saya itu lebih cocok di konseptor. Tipikal orang Indonesia yang jago berkomentar, punya banyak ide solusi tapi nol besar dalam bertindak.. hehehe.. Daaan saya itu susaaaah sekali mengambil keputusan. Disinilah masalah utama saya soal hal pimpin-memimpin.
Well.. manusia diturunkan ke dunia untuk menjadi pemimpin di bumi ini, so we have to be a leader someday. Dan berhubung saya sedang meniti karir di dunia pekerjaan saya sedikit banyak mulai membutuhkan keterampilan ini. Keterampilan memimpin orang yang sebenernya sangat saya harapkan bersifat dominan di gen tubuh saya yang diturunkan Bapak. Tapi sayang sekali, saya ini kalau mau beli apa-apa aja harus ditemenin sama pacar atau sama siapa gitu buat nunjuk salah satu dari sekian banyak pilihan yang saya sudah sortir. Hasil tunjukan mereka lah yang saya beli. Saking ngga bisa ngasih keputusan. Saking takutnya ngambil resiko kalau barang yang saya pilih jelek. Hehe.. nah ini dia. Ini dia alasan terbesar saya mengapa saya sulit memutuskan. Saya itu terlalu takut menerima resiko. Saya paling nggak mau disalahin. Jadi paling ngga kalau barang yang saya sudah beli itu tidak memuaskan, saya bisa dalam hati menyalahkan si pacar atau teman yang sudah bantu saya memilihkan belanjaan saya itu. Hehehe.. yang penting di dalam pikiran saya sendiri, itu bukan salah saya. Jadi saya tidak bete-bete amat. Tabiat yang aneh. Iya, saya tahu.
Nah, penyakit tidak berani ambil keputusan ini yang jadi masalah saya. Kalau saya begini terus jenjang karir saya mana bisa naik. Gimana mau jadi manajer atau direktur perusahaan, atau bikin perusahaan sendiri kalau buat keputusan saja sulit. Ah saya tau, saya tidak berani ambil resiko lebih tepatnya. Saya kerap kalah sama rasa takut "gimana kalau keputusan saya salah", terus "yah gara-gara saya proyeknya jadi gagal deh" terus "perusahaan rugi deh" dan lalu kemudian cap gagal akan terus ada di jidat saya sampai seterusnya selamanya.. aaaaaah nggak mau aaaah takuuuuuut..!!.
Sepertinya saya harusnya ambil matakuliah risk management waktu kuliah dulu. Biar nggak gini-gini amat.
Ngomong-ngomong soal pemimpin, saya ini paling takut ngambil jabatan ini. Entah kenapa padahal bapak saya itu mantan ketua RT tiga periode berturut-turut. Saking lamanya Bapak jadi ketua RT sewaktu Bapak sudah lengser pun panggilan saya masih si "anak pak RT". Terus Bapak juga sekarang masih jadi ketua perkumpulan keluarga besar buyut (itu loh, yang suka ngurus-ngurusin silaturahmi keluarga besar), demen banget jadi imam di masjid sewaktu masih domisili di Jakarta, sempet jadi direktur perusahaan ciptaannya sendiri juga, sayang nggak bertahan lama. Oiya Bapak juga pernah jadi ketua KPPS waktu pemilu 2004. Wah banyak deh pokoknya. Intinya sih bapak saya itu tipikal leader sekali, suka banget jadi pemimpin, kalo kata mama sih banci tampil hehe, ah tapi nggak juga, Bapak emang suka banget ngatur orang. Kayaknya tangannya bakal gatel-gatel deh kalau berdiam diri tidak mengatur sana sini. Polisi yang nilang dia aja malah balik diceramahin cara yang bener ngatur lalu-lintas, belum lagi petugas yang ngurusin pembuatan SIM juga dia ceramahin sampe keki akhirnya Bapak bisa dapet SIM nya ngga pake nyogok tapi prosesnya cepet, terus lagi sekarang Bapak juga jadi koordinator yang ngurusin penggantian tanah proyek Banjir Kanal Timur yang sampe sekarang nggak cair-cair karena lagi sengketa, padahal yah si Bapak kan sekarang domisili di Brebes kok yaaaa Dia yang ngurusin sih, kan yang masih di Jakarta banyak. Well, that is just Him. Always want to take responsibilities for whatever he think he could handle. Makanya saya juga nggak heran, walaupun Bapak itu anak terakhir dari 8 bersaudara, but he always be the one who be asked to make decision for the family. He always have a vision of something. He always know what is right or wrong. He always have so many suggestion and it is sooo easy for him to say "Okay i will handle this". Oooh I`m so proud of him.
Tapi yaa.. entah kenapa jiwa leadernya itu kok ya tidak menurun ke saya. Saya itu paling ogah deh disuruh jadi pempimpin. Awalnya saya sih dulu selalu jadi ketua kelas waktu SD. Hahaha.. gila kalo diinget-inget dulu saya gokil juga jadi anak kecil. Jadi waktu hari pertama masuk SD, kami disuruh baris mau masuk kelas, terus ibu guru menyapa anak murid untuk pertama kali, biasalah memperkenalkan diri. Terus ibu guru langsung bertanya "siapa yang mau jadi ketua kelas?". Nah saya ini sebagai lulusan terbaik TK saya waktu itu (aseli lho, saya dapet hadiah uang Rp. 50 ribu rupiah karena jadi lulusan terbaik kata mama dan ini patut dibanggakan hahaha) selalu diajarkan untuk berani nunjuk tangan, jadilah saya tunjuk tangan sejadi-jadinya tanpa takut, daaaan cuma saya aja dong yang nunjuk, hahaha. Pasti mama saya kalau lihat senyum-senyum bangga deh. hehehe.. Nah dari situlah awal karir perketua-an kelas saya dimulai. Sampai akhir kelas 6 SD kalau tidak salah saya selalu jadi ketua kelas. Selain karena udah dikenal guru (ketua kelas gitu loh, hehe) kenapa ibu guru selalu menunjuk saya jadi ketua kelas? Yup karena saya galak. hahaha.. Saya itu ngga takut marah-marahin orang yang males piket, laki-laki sekalipun. Laki-laki seumuran waktu masih SD kan badannya masih pada kecil-kecil ya, saya marahin pada takut deh hehehe..
Ok.. tapi sepertinya karir kepemimpinan saya itu mentok sampai lulus SD saja. SMP sampaaaaaai dengan saat ini saya merasa lemah dibidang ini. Jadi dalam sebuah tim kan manusia itu bisa dibagi menjadi tiga tipe, tipe leader, konseptor atau eksekutor. Leader ya sesuai namanya yang bertugas memimpin anggota yang lainnya, memberikan arahan, dan memberikan keputusan. Konseptor itu sesuai namanya pula adalah si pembikin konsep, pencetus ide, perunut langkah-langkah detail, pemikir lah, ibaratnya si arsitek dalam tim atau si penyusun strategi. Nah kalau eksekutor ya orang yang ahli melaksanakan apa-apa yang sudah dikonsepkan, eksekutor ini biasanya orang yang sangat kenal dengan lapangan, tau hal-hal yang praktis soal lapangan. Nah kalau saya sih merasa saya itu lebih cocok di konseptor. Tipikal orang Indonesia yang jago berkomentar, punya banyak ide solusi tapi nol besar dalam bertindak.. hehehe.. Daaan saya itu susaaaah sekali mengambil keputusan. Disinilah masalah utama saya soal hal pimpin-memimpin.
Well.. manusia diturunkan ke dunia untuk menjadi pemimpin di bumi ini, so we have to be a leader someday. Dan berhubung saya sedang meniti karir di dunia pekerjaan saya sedikit banyak mulai membutuhkan keterampilan ini. Keterampilan memimpin orang yang sebenernya sangat saya harapkan bersifat dominan di gen tubuh saya yang diturunkan Bapak. Tapi sayang sekali, saya ini kalau mau beli apa-apa aja harus ditemenin sama pacar atau sama siapa gitu buat nunjuk salah satu dari sekian banyak pilihan yang saya sudah sortir. Hasil tunjukan mereka lah yang saya beli. Saking ngga bisa ngasih keputusan. Saking takutnya ngambil resiko kalau barang yang saya pilih jelek. Hehe.. nah ini dia. Ini dia alasan terbesar saya mengapa saya sulit memutuskan. Saya itu terlalu takut menerima resiko. Saya paling nggak mau disalahin. Jadi paling ngga kalau barang yang saya sudah beli itu tidak memuaskan, saya bisa dalam hati menyalahkan si pacar atau teman yang sudah bantu saya memilihkan belanjaan saya itu. Hehehe.. yang penting di dalam pikiran saya sendiri, itu bukan salah saya. Jadi saya tidak bete-bete amat. Tabiat yang aneh. Iya, saya tahu.
Nah, penyakit tidak berani ambil keputusan ini yang jadi masalah saya. Kalau saya begini terus jenjang karir saya mana bisa naik. Gimana mau jadi manajer atau direktur perusahaan, atau bikin perusahaan sendiri kalau buat keputusan saja sulit. Ah saya tau, saya tidak berani ambil resiko lebih tepatnya. Saya kerap kalah sama rasa takut "gimana kalau keputusan saya salah", terus "yah gara-gara saya proyeknya jadi gagal deh" terus "perusahaan rugi deh" dan lalu kemudian cap gagal akan terus ada di jidat saya sampai seterusnya selamanya.. aaaaaah nggak mau aaaah takuuuuuut..!!.
Sepertinya saya harusnya ambil matakuliah risk management waktu kuliah dulu. Biar nggak gini-gini amat.
Sunday, June 20, 2010
Happy Pictures of Mine
I need to feel happy.. This loneliness is getting worse. And the rain on this weekend make it perfectly bad. So i open my photo collection.. look for a nice picture. I found a lot. Smiling friends, smiling mom, dad, little sis, and big bro, and my own smile when i was around them.
and i`ve missed lot of those moments
That makes me smile a little, i feel warm and that`s good, but then the willingness to be home is getting bigger. And that`s not good. Desperately i put `Menanti Akhir Maret 2012` on my YM status. The time i could being around them easily again. Then suddenly i realize that i still have about 2 years to wait, No...i don`t wanna wait. I could not help myself but crying. And that`s really not good.
I have to find another picture. I have to remember the happy part of being here.
I found some, those when i had fun with Batari and Ubi on the Winter Holiday last year.
That makes me feel a little better, then say `Oh i exactly have a life here` to my stupid head, smiling, and I stop crying. And that`s good. But then it makes me want to go to Tokyo again. And the next holiday is on August, still so long.. The worse part is, before summer holiday comes, i still have that big project that always makes my head kind of overheat. Then loneliness come again, and also the fear.. and that`s not good again.
I have to find another picture. Not only the happy part of being here, but the lucky part of being here.
I found the perfect one. That`s when i spent all of my spring week ends going around Osaka, Kyoto, and Himeji just to find the perfect place to see this Beauty Sakura. I enjoyed them so much. I feel like in heaven every time i sit under those trees. The perfect part is i could enjoy that moment alone. And i did not feel lonely at all. Oh Sakura.. i love you..
I start dreaming. Remembering the moment i sat under them. You know what, i always want to take them home and put them to cover my bed, then sleep on them, but that mission is very difficult. No one allowed to pick them. And the most difficult mission is i always want that my wedding party could be held under a lot of full bloom sakura trees. Hahaha.. wait.. i laughed!
Oh i really feel better now. Thanks Sakura. You are my loneliness healer.
Then.. I click the slide show button on my Sakura album, play the music, and go to sleep, continue dreaming..
Friday, June 18, 2010
Bukan Cinta Biasa
Saya tidak sedang jatuh cinta beneran. Maksudnya, sepertinya perasaan saya itu sudah mati rasa buat jadi kasmaran kayak jaman PDKT yang deg deg serr itu.Jatuh Cinta.. Kasmaran..
Rasanya berdebar-debar.
Kupu-kupu hinggap lagi di dada.
Senyum-senyum sendiri.
Bahagia.
Tapi lagu romantis ini dengan ajaibnya bikin saya deg deg serr. Mata ini otomatis merem sambil ngebayangin ada yang nyanyiin lagu ini buat saya. Oh.. Tersipu-sipu.. hihihi..
NB : Saya ngga sama sekali ngebayangin Pacar, atau pria manapun loh, bahkan si Afgan sekalipun. Cuma suaranya Doi emang deh, merdu jantanisme yang dahsyat dilengkapi dengan syair dan melodi yang romantis gilak. Perpaduan sempurna yang membuat saya klepek-klepek.
Mmmhh.. dengerin lagi ah.. ^^
Monday, June 14, 2010
Lebih Beruntung dari Pemulung
Di tengah-tengah keluhan ingin berhenti bekerja.. Ingin menikah saja lalu jadi ibu rumah tangga biar tinggal menadah uang ke suami dan dandan ke salon lalu jemput anak ke sekolah lalu belanja-belanja ke supermarket menghabiskan gaji suami (hee..he). Tiba-tiba saya lihat video, video tentang Ibu dari teman SMA saya yang mendirikan sebuah sekolah buat anak-anak para pemulung sampah.
Di video itu Bapak dari salah satu siswa berbicara `Saya ya maunya sih dia maju, jangan kayak saya lah, Saya cuma bisa mungut, ngga bisa apa-apa. Maunya sih jualan tapi nggak punya modal saya. Jangankan duit gede, duit cepek aja ngga punya saya`.
Dess..
Saya membayangkan kalau saya yang jadi si Bapak. Harus berjuang mencari nafkah, tanpa punya pilihan lain selain harus menyusuri jalan panas-panas, mengorek sampah yang bau hanya demi perut. Pikir..pikir..pikir.. Rasanya omelan senior yang jadi sumber derita saya di kantor itu jauuuuuh lebih ringan dari derita si Bapak. Ah... manja sekali saya begitu saja sudah berkeluh kesah setiap saat.
Iseng saya klik google lalu search `pemulung` di bagian foto. Dan saya menemukan ini :
Sumber : http://dhannyandayuniarr.wordpress.com/2009/01/18/pemulung-dilarang-masuk-komplek/pemulung-cilik3/
Kembali dessssss...
Belakangan saya memang hampir setiap hari dimarahi, dan saya rasa kata-katanya cukup menyakitkan. Tapi setidaknya saya tidak pernah diancam sampai mau di mutilasi segala. Hiiii... Naudzubillah..
Yah.. Video ibu teman SMA saya ini nampaknya teguran dari Allah buat saya. Bahwa saya itu jauh lebih beruntung, paling tidak jika dibandingkan dengan nasib pemulung. Paling tidak saya itu tidak harus jalan kaki panas-panas cari tempat sampah untuk dikorek-korek seperti ini:
Paling banter saya cuma harus keliling pabrik, panas memang, tapi saya bisa sesuka hati melarikan diri ke tempat ber-AC. Oh.. bahkan saya lebih beruntung dari operator mesin yang harus berdiri di depan mesin terus-menerus.
Tidak-tidak.. beban saya masih terlalu ringan dibandingkan si Bapak pemulung. Saya pikir-pikir lagi kondisi saya. Rumitnya proyek, panasnya pabrik, sulitnya orang pabrik, sulitnya bahasa Jepang, dan deretan omelan senior yang kerap bikin saya sakit hati. Halaah.. bukankan itu biasa saja..
Ah.. manja sekali saya ini..
Di video itu Bapak dari salah satu siswa berbicara `Saya ya maunya sih dia maju, jangan kayak saya lah, Saya cuma bisa mungut, ngga bisa apa-apa. Maunya sih jualan tapi nggak punya modal saya. Jangankan duit gede, duit cepek aja ngga punya saya`.
Dess..
Saya membayangkan kalau saya yang jadi si Bapak. Harus berjuang mencari nafkah, tanpa punya pilihan lain selain harus menyusuri jalan panas-panas, mengorek sampah yang bau hanya demi perut. Pikir..pikir..pikir.. Rasanya omelan senior yang jadi sumber derita saya di kantor itu jauuuuuh lebih ringan dari derita si Bapak. Ah... manja sekali saya begitu saja sudah berkeluh kesah setiap saat.
Iseng saya klik google lalu search `pemulung` di bagian foto. Dan saya menemukan ini :
Sumber : http://dhannyandayuniarr.wordpress.com/2009/01/18/pemulung-dilarang-masuk-komplek/pemulung-cilik3/Kembali dessssss...
Belakangan saya memang hampir setiap hari dimarahi, dan saya rasa kata-katanya cukup menyakitkan. Tapi setidaknya saya tidak pernah diancam sampai mau di mutilasi segala. Hiiii... Naudzubillah..
Yah.. Video ibu teman SMA saya ini nampaknya teguran dari Allah buat saya. Bahwa saya itu jauh lebih beruntung, paling tidak jika dibandingkan dengan nasib pemulung. Paling tidak saya itu tidak harus jalan kaki panas-panas cari tempat sampah untuk dikorek-korek seperti ini:
Paling banter saya cuma harus keliling pabrik, panas memang, tapi saya bisa sesuka hati melarikan diri ke tempat ber-AC. Oh.. bahkan saya lebih beruntung dari operator mesin yang harus berdiri di depan mesin terus-menerus.
Tidak-tidak.. beban saya masih terlalu ringan dibandingkan si Bapak pemulung. Saya pikir-pikir lagi kondisi saya. Rumitnya proyek, panasnya pabrik, sulitnya orang pabrik, sulitnya bahasa Jepang, dan deretan omelan senior yang kerap bikin saya sakit hati. Halaah.. bukankan itu biasa saja..
Ah.. manja sekali saya ini..
Sunday, June 6, 2010
Make A Wish
Yang Maha Kuasa,
Terimakasih atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku,
Nikmat hidup hingga kini
Nikmat Islam
Kesehatan
Kasih sayang orang tua
Kasih sayang keluarga
Teman-teman setia
Kemudahan studi
Bahkan kemudahan mendapatkan rizkiMu..
Maafkanlah aku yang sering lupa..
Lupa bersyukur
Lupa menyembahmu
Menyalahgunakan kemudahan beribadah dariMu
Tuhanku..
Diumurku yang kembali bertambah ini
Izinkanlah aku tetap memohon kasih sayangMu
Izinkanlah aku tetap memohon belas kasihMu
Tak ada yang bisa menolongku selain Engkau
Ya Rahman Ya Rahiiim..
Berkahilah sisa umurku..
Bahagiakanlah aku di Dunia dan Akhiratmu..
Terimakasih atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku,
Nikmat hidup hingga kini
Nikmat Islam
Kesehatan
Kasih sayang orang tua
Kasih sayang keluarga
Teman-teman setia
Kemudahan studi
Bahkan kemudahan mendapatkan rizkiMu..
Maafkanlah aku yang sering lupa..
Lupa bersyukur
Lupa menyembahmu
Menyalahgunakan kemudahan beribadah dariMu
Tuhanku..
Diumurku yang kembali bertambah ini
Izinkanlah aku tetap memohon kasih sayangMu
Izinkanlah aku tetap memohon belas kasihMu
Tak ada yang bisa menolongku selain Engkau
Ya Rahman Ya Rahiiim..
Berkahilah sisa umurku..
Bahagiakanlah aku di Dunia dan Akhiratmu..
Subscribe to:
Posts (Atom)
